Beranda / Potensi Desa / Berkah Sampah
Berkah Sampah
Selasa 29 Agustus 2017

Ngadirojo - Sampah atau limbah pabrik yang seringkali dipandang sebagai barang buangan, justru menjadi berkah bagi sebagian orang. Tidak sedikit orang yang hidupnya tertolong karena kepiawaiannya memanfaatkan sampah.

Salah satunya warga yang melirik usaha olahan dari sampah adalah Siti Muinah. Warga desa Ngadirojo ini memanfaatkan limbah kayu dari pabrik kayu barecore dengan cara memilah dan menjualnya kembali.

Siti Muinah telah memulai usahanya sejak tahun 2011 silam. Wanita paruh baya ini  melihat adanya kelebihan sampah pabrik sebagai sebuah peluang usaha. Sedikit modal yang ia miliki, Siti Muinah pun nekat untuk menjalin kerjasama dengan beberapa industri kayu. Janda lima anak ini pun berhasil mendapatkan setoran limbah dari pabrik tersebut.

Limbah kayu yang biasa dikirim menggunakan truk tersebut dibeli seharga delapan juta rupiah. Limbah kayu kemudian dipilih menjadi dua kualitas, kualitas bagus dan buruk. Kayu dipilih untuk menentukan harga jual. Kayu yang memiliki permukaan halus di keempat sisinya akan masuk dalam kelas bagus, sedangkan kayu yang satu sisinya kasar akan masuk dalam kualitas buruk.

Potongan kayu-kayu bekas ini nantinya akan diolah lagi menjadi barecore atau plywood dengan kualitas yang lebih rendah.  Dalam menjalankan usahanya, Siti Muinah tidak bergerak sendiri. Siti juga memberdayakan masyarakat sebagai pemilah dan pengangkut kayu. Wanita berambut hitam ini berbaharap bahwa suatu saat nanti ia bisa mendirikan pabrik barecore miliknya sendiri, sehingga usahanya tersebut mampu menampung pekerja lebih banyak lagi.

Pelanggan Siti Maimunah berasal dari berbagai kalangan, mulai dari industri rumahan pembuat kerajinan hingga industri barecore. Industri barecore yang biasanya menggunakan pilihan kayu yang lebih bagus. “Jadi kalau butuh limbah kayu untuk diolah lagi biasanya langsung ke saya, karena mereka tahu bahwa saya adalah pengepul limbah kayu.” Kata Siti Maimunah

Saat ini Siti Maimunah telah membangun sebuah rumah yang nantinya akan dijadikan sebagai tempat produksi. Sayangnya usahanya harus berhenti sejenak karena terkendala modal. Harga mesin pembuat barecore mencapai 200 juta rupiah per buah nya. “Itu gudang yang nantinya akan dijadikan home industry, tanahnya itu tanah kas desa, jadi statusnya menyewa. Belum bisa jalan karena belum bisa beli mesinnya.” Ungkap sembari menunjuk sebuah rumah di seberang jalan. Siti Maimunah  biasa di hubungi di nomor 085226144523.

Harga jual satu lembar kayu barcore bisa mencapai harga Rp 80.000,-, tentu ini lebih menguntungkan dibandingkan hanya dijual dalam bentuk kayu. Kendala lain yang kini tengah dihadapi adalah harga jual sampah yang tengah turun karena dipengaruhi harga eksport kayu barecore yang menurun.

Potensi Desa LAINNYA
Buruh Menjadi Pengusaha
Selasa 29 Agustus 2017
Tak Sekadar Tempat Wisata
Selasa 29 Agustus 2017
Lebih Tebal Lebih Kuat
Selasa 29 Agustus 2017
Kesetiaan Tiga Puluh Tahun
Selasa 29 Agustus 2017