Beranda / Pariwisata Desa / Reog Madyo Ngadirojo
Reog Madyo Ngadirojo
Selasa 29 Agustus 2017

Ngadirojo - Kesenian reog merupakan salah satu kesenian yang berasal dari Jawa Timur. Selama ini kita mengenal bahwa kota Ponorogo adalah kota kelahiran kesenian reog. Saat ini kesenian reog tak lagi ekslusif di Ponorogo. Kesenian ini dapat ditemukan di Jawa Tengah salah satunya adalah reog Madyo Budhoyo di Desa Ngadirojo.

Kesenian reog di desa Ngadirojo merupakan buah kreativitas warga desa. Reog Madyo Budhoyo lahir di desa Ngadirojo pada tahun 2007 lalu. Prio Sujarwo yang merupakan penggagas reog tersebut kemudian mengumpulkan para warga untuk membentuk sebuah kesenian rakyat yang bisa menjadi kebanggaan desa Ngadirojo.

Kesenian reog sebenarnya telah ada di desa Ngadirojo sejak lama, hanya masih berupa kesenian klasik. Reog Madyo Budhoyo hadir dengan nuansa yang lebih modern dengan iringan lagu-lagu khas campur sari. Perpaduan antara tarian klasik dengan musik modern inilah yang menjadi keunikan reog desa Ngadirojo. Kesenian klasik ini diubah menjadi lebih modern tanpa harus mengurangi esensi keasliannya.

Saat ini Reog Madyo Budhoyo memiliki anggota sebanyak 60 orang yang terdiri dari 15 pemain musik dan untuk satu pertunjukkan reog terdiri dari 24 orang. Anggota reog berasal dari berbagai generasi, mulai dari remaja belasan tahun hingga orang tua dengan usia lima puluhan tahun.

Biaya yang harus dikeluarkan untuk menghadirkan rego Madyo Budhoyo adalah lima juta rupiah tergantung pada jaraknya.Anda dapat menghubungi Prio Sumardidi nomor 0852-2595-7604 jika ingin menggunakan jasa reog ini.

Anggota reog biasanya berlatih rutin setiap satu tahun sekali. Jika mendekati waktu pentas, latihan diperketat yakni satu minggu dua kali. Prio Sujarwo mengatakan bahwa beberapa anak sekolah dasar juga turut berlatih untuk mempersiapkan generasi penerus reog Madyo Budhoyo. Ayah dari tiga anak ini mengungkapkan naluri budaya Jawa harus tetap diadakan, reog ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan budaya Jawa. "Antusiasme masyarakat untuk melestarikan reog masih tinggi hingga sekarang," tambah Priyo.

Reog tidak hanya menjadi wadah masyarakat untuk mengasah kreativitas berkesenian saja. Ketelatenan mereka telah membuahkan banyak prestasi. Juara empat dalam perlombaan yang diadakan oleh pemerintah kabupaten saat memeringati hari jadi kabupaten Boyolali pada tahun 2014 dan juara satu tingkat kecamatan Ampel dalam memeringati hari kemerdekaan tahun 2012 adalah bukti kedigdayaan reog asli Ngadirojo ini.

Pariwisata Desa LAINNYA
Olahan Umbi Ngadirojo
Selasa 29 Agustus 2017
Kambing Peningkat Kesejahteraan
Selasa 29 Agustus 2017
Janji Keuntungan Ayam Potong
Selasa 29 Agustus 2017
Kerajinan Keranjang Bambu
Selasa 29 Agustus 2017